“Kini kau ada di hadapan ku..ingin ku katakan semua kepada mu.
Apa yang ada di dalam hati,tentang semua cinta dan rasa...
Telah ku ciptakan sebuah puisi untuk mu,yang kubuat dari dasar hati ku,,yang mana akan ku sampaikan kepada mu saat ini.
Tapi,,Tuhan berkehendak lain,di hari itu kau pergi dari ku. Pergi untuk selama-lamanya.
Meninggalkan ku sendiri hanya terpana dengan semua yang terjadi,tanpa kata-kata. Semuanya terjadi begitu saja.
Dengan cepat Tuhan mengambil kebahagiaan ku,yang sudah lama aku cari.
Dia mengambil mu dari ku,”orang yang sangat ku cinta....”
Kebahagiaan......kini semunya hanya mimpi bagi ku,saat ku pandang diri mu yang telah jatuh bersimbahkan darah. Tertegun aku melihatmu,mulut ku diam seribu bahasa menyaksikan semua yang terjadi..
Kerlingan cristal yang tadi belum jatuh,kini menetes perlahan membasahi pipi ku.
Membuat mata ku berkaca karenanya,tak kala saat aku melihatmu untuk terakhir kalinya sebelum Tuhan menjemputmu.
Ku tangisi kepergian mu Cinta....
Puisi ku untuk mu kini t’lah tak penting,kertasnya berterbangan...terombang ambing di tiup sang angin.
Kini mentari ku telah pergi....
Pergi bersama sejuta cinta yang telah tercipta.
Kini hanya ukiran nama mu dan sejuta kenangan kita,yang terendap di hati.. “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar